jpnn.com - JAKARTA - Kualitas udara Jakarta pada Jumat (31/7) pagi menempati peringkat keempat terburuk di dunia. Hal itu berdasarkan situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB.
Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 147, yang menjadikannya masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Masyarakat dianjurkan menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan.
Adapun kota kualitas udara terburuk di dunia ialah Kinshasa, Republik Demokratik Kongo. Indeks kualitas udaranya berada di angka 174.
Urutan kedua ialah Kumpala, Uganda, dengan indeks kualitas udara di angka 154. Pada urutan ketiga, ada Lahore, Pakistan, dengan indeks kualitas udara juga di angka 151.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalankan tiga strategi utama untuk memperbaiki kualitas udara.
Pertama, perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak masyarakat memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan pemprov.
Selain itu, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

2 hours ago
1


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310367/original/071942200_1754711095-Justin_Hubner.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5545933/original/045717500_1775222563-IMG_2161.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193024/original/060543500_1745211082-dean_fc.jpg)










