Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Komisi II Ungkit Pilkada Berbiaya Tinggi

2 hours ago 1

Kepala Daerah Kena OTT Lagi, Komisi II Ungkit Pilkada Berbiaya Tinggi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyoroti pengangkatan honorer dan soal gaji PPPK. Ilustrasi Foto: ANTARA/Narda Margaretha Sinambela.

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mengaku prihatin belakangan ini banyak kepala daerah yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal demikian dikatakan Dede menyikapi rentetan kepala daerah terjaring OTT KPK dengan teranyar tertangkapnya Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Menurut Dede, semua pihak harus mencari tahu penyebab terjadinya fenomana kepala daerah terjaring OTT KPK.

"Mungkin kita harus berbicara bukan sekadar akibatnya, tetapi harus dilihat dari penyebabnya apa," kata dia kepada awak media, Rabu (29/7).

Dede mengatakan beberapa faktor menjadi penyebab kepala daerah kena OTT, satu di antaranya biaya tinggi pilkada.

Dia mengatakan tingkat money politics atau politik uang saat pemilihan sangat tinggi agar seorang kandidat menjadi terpilih.

"Itu menyebabkan umumnya hampir semua kepala daerah merasa harus ada return atas biaya yang dikeluarkan," kata Dede.

Dia mengatakan faktor lain yang menjadi penyebab kepala daerah kena OTT ialah soal kewenangan pemimpin daerah.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyebut gaji dan tunjangan kepala daerah tidak besar. Namun, tuntutan buat mereka begitu besar.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|