Karhutla di Mana-Mana, WALHI Anggap Pemerintah Abai Lakukan Pencegahan

1 hour ago 2

Karhutla di Mana-Mana, WALHI Anggap Pemerintah Abai Lakukan Pencegahan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi kebakaran hutan. Foto: AP Photo/ Euronews

jpnn.com, JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) menilai terjadinya lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak semata-mata karena cuaca ekstrem atau el nino.

Direktur Eksekutif Nasional WALHI Boy Jerry Even Sembiring mengatakan kondisi yang lebih panas dan kering tentu membuat vegetasi dan lahan, terutama gambut yang sudah mengalami degradasi, menjadi jauh lebih rentan terbakar.

Namun, persoalannya tidak bisa berhenti pada faktor cuaca saja. Pertama, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini sebenarnya sudah diprediksi sejak awal tahun.

“Pemerintah seharusnya memiliki waktu yang cukup untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini, terutama di wilayah yang memiliki sejarah kebakaran berulang dan kawasan gambut yang sudah mengalami kerusakan,” ucap Jerry kepada JPNN.com, pada Senin (24/8).

Menurut dia, jika kebijakan pencegahan baru diperkuat setelah titik api dan kebakaran meningkat, maka pendekatannya masih bersifat reaktif, bukan preventif.

Selain itu, kondisi panas dan kering yang semakin ekstrem juga tidak dapat dilepaskan dari konteks krisis iklim.

Kenaikan suhu global telah membuat kondisi cuaca ekstrem menjadi semakin sering dan intens.

“Kita tidak bisa terus menganggap panas dan kekeringan sebagai kejadian alam yang berdiri sendiri,” kata dia.

Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) menilai terjadinya lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak semata-mata karena cuaca ekstrem atau el nino.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|