KAPPI Bawa Cerita Kopi Indonesia ke Bangkok Sampai Shanghai

6 hours ago 3

KAPPI Bawa Cerita Kopi Indonesia ke Bangkok Sampai Shanghai

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) meyakini kopi Indonesia bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan sebuah ekosistem hidup. Foto: dok KAPPI

jpnn.com, JAKARTA - Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) meyakini kopi Indonesia bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan sebuah ekosistem hidup yang tumbuh dari pengetahuan, kerja keras, dan kebanggaan dari seluruh Nusantara. 

Perwakilan KAPPI Roby Wibisono mengatakan kopi membutuhkan ekosistem yang lebih dari sekadar produk yang bagus.

Sebab, dibutuhkan cerita yang kuat, orang-orang yang mampu menyampaikannya, dan panggung yang tepat.

Panggung Internasional, Pesan yang Sama

Sepanjang 2026, KAPPI mengambil langkah-langkah konkret untuk hadir di panggung-panggung tersebut.

Di World of Coffee (WOC) Bangkok 2026 — salah satu festival kopi profesional paling bergengsi di dunia yang digelar 7–9 Mei 2026 di BITEC Thailand — KAPPI tampil sebagai bagian dari Indonesian Coffee Pavilion. 

Lebih dari sepuluh origin kopi Indonesia diperkenalkan kepada para pelaku industri dari berbagai negara: Gayo Arabica, Mandheling, Java Arabica, Bali Arabica, Flores Arabica, Kalosi, Flores Robusta, Java Robusta, Rimba Excelsa, hingga Luwak Coffee. 

"Bukan sekadar deretan nama — melainkan representasi dari beragam karakter terroir yang selama ini belum sepenuhnya terbaca oleh pasar dunia," jelas Roby.

Yayasan Pendidikan Pengembangan Perkopian Indonesia (KAPPI) meyakini kopi Indonesia bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan sebuah ekosistem hidup

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|