Jurnalis dan Staf ABC News Australia Mogok Kerja 24 Jam Usai Menolak Tawaran Gaji Perusahaan

4 hours ago 7

Jurnalis dan Staf ABC News Australia Mogok Kerja 24 Jam Usai Menolak Tawaran Gaji Perusahaan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Para karyawan ABC melakukan aksi di tengah negosiasi mengenai gaji, kenaikan pangkat, dan kontrak tetap. (ABC News: Keana Naughton)

Direktur kantor berita Australian Broadcasting Corporation (ABC) meminta maaf kepada pembaca dan audiens setelah lebih dari 1.000 jurnalis dan staf mogok kerja selama 24 jam karena masalah gaji dan kondisi kerja.

Dalam pemungutan suara yang diselenggarakan manajemen ABC, mayoritas staf menolak tawaran gaji terbaru, yang membuka jalan aksi mogok kerja.

Hingga Kamis (26/03) pukul 11 waktu Sydney dan Melbourne, konten BBC akan menggantikan siaran langsung program TV ABC, dengan program TV dan radio unggulan 7.30, AM, PM, The World Today, dan Radio National Breakfast berhenti tayang.

Namun, siaran darurat akan tetap mengudara.

Tawaran gaji terbaru mencakup kenaikan gaji 3,5 persen pada tahun pertama dan 3,25 persen pada dua tahun berikutnya.

Tawaran tersebut juga mencakup bonus A$1.000 (Rp11,8 juta) untuk semua staf tetap dan kontrak, dalam perjanjian tawar-menawar perusahaan (EBA).

Sebanyak 60 persen staf yang berpartisipasi memberikan suara "Tidak" atau menolak tawaran tersebut.

Dalam wawancara di siaran radio 702 ABC Sydney pada Rabu pagi (25/03), direktur ABC Hugh Marks menyayangkan negosiasi gaji yang sampai di titik ini.

Para jurnalis dan staf yang menolak tawaran gaji terbaru dari media ABC News Australia melakukan mogok kerja selama 24 jam, dengan konten BBC akan mengisi siarannya

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|