jpnn.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dinilai berhasil menepis ketakutan publik soal ketersediaan operasional bahan bakar minyak (BBM) yang bisa bertahan selama 20 hari.
Peneliti dari Lab Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar Krishna Putra mengapresiasi kinerja pemerintah yang tetap menjaga pasokan BBM saat hari raya.
Dia menilai kondisi tersebut tidak lepas dari pengalaman Menteri Bahlil dalam mengelola kebutuhan energi saat periode mudik Lebaran yang terjadi setiap tahun.
“Ya memang karena sudah event tahunan. Artinya secara pasokan mungkin pemerintah sudah punya jam terbang untuk menjamin ketersedian dan harga dari BBM,” ujar Ary dikutip JPNN.com, Rabu (25/3).
Menurut dia, pola konsumsi BBM saat Lebaran sudah cukup terprediksi karena berlangsung dalam waktu terbatas.
Hal itu membuat pemerintah lebih mudah mengantisipasi lonjakan permintaan.
“Kalau Lebaran kan memang penambahan karena mudik ya, itu juga dalam kategori mungkin semingguan, artinya dari berangkat sampai pulang,” kata dia.
Selain itu, dia menilai perilaku masyarakat yang lebih bijak dalam menggunakan BBM juga turut berkontribusi terhadap stabilitas pasokan.

5 hours ago
6





















































