jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Energi sekaligus Project Coordinator ENTREV Eko Adji Buwono menilai insentif untuk kendaraan listrik berbasis nickel manganese cobalt (NMC) menjadi faktor penting.
Hal itu untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik berbasis sumber daya alam dalam Negeri.
“Insentif jangka panjang masih sangat penting dan masih diperlukan supaya ada kepercayaan industri pengguna baterai kendaraan listrik terhadap kepastian rantai pasok dan harga yang kompetitif,” kata Eko, dalam keterangan tertulisnya pada Senin (25/5).
Dia menyampaikan pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang konsisten dalam jangka panjang, setidaknya selama 3 hingga 5 tahun.
Kebijakan itu agar pelaku industri memiliki kepastian dalam berinvestasi dan membangun rantai pasok industri baterai kendaraan listrik berbasis NMC di dalam Negeri.
Terlebih, pasar kendaraan listrik Indonesia sendiri terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) mencapai 56.204 unit pada 2024 dan melonjak menjadi 114.413 unit sepanjang 2025.
Pertumbuhan tersebut masih didominasi kendaraan listrik dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) dengan penjualan EV berbasis LFP mencapai 46.814 unit atau 83,3 persen dari total pasar pada 2024.

6 hours ago
2













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485697/original/029038600_1769524103-9.jpg)





