Inkoppas: Stok Beras di Pasar Rakyat Stabil, Kenaikan Harga Bukan Disebabkan Kelangkaan

23 hours ago 3

 Stok Beras di Pasar Rakyat Stabil, Kenaikan Harga Bukan Disebabkan Kelangkaan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sekretaris Umum Inkoppas (Induk Koperasi Pasar) Andrian Lame Muhar. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Umum Inkoppas (Induk Koperasi Pasar) Andrian Lame Muhar merespons isu kenaikan harga beras belakangan ini menjadi perhatian publik.

Menurutnya, kenaikan harga bukan disebabkan kelangkaan, karena sampai saat ini stok beras di pasar rakyat tetap stabil. 

Andrian menjelaskan pemerintah bersama pedagang pasar menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan kualitas baik dan harga terjangkau.

Harga eceran tertinggi (HET) beras premium non-SPHP naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 13.500 per kilogram, sedangkan harga pasaran bisa mencapai Rp 14.900. Namun, beras SPHP tetap dijual Rp 12.500 per kilogram.

“Beras SPHP cukup baik dan segar. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan beras berbagai merek masih tersedia,” tegas Andrian di Cilandak, Jakarta, Kamis (28//2025).

"Menurut Inkoppas, kenaikan harga beras non-SPHP dipengaruhi beberapa faktor: penyerapan gabah petani oleh Bulog hingga 4,2 juta ton untuk cadangan pangan nasional, cuaca ekstrem yang menurunkan kualitas panen, serta biaya logistik akibat rantai distribusi panjang.

Program SPHP menjadi benteng utama menahan lonjakan harga. Pemerintah memastikan beras SPHP tetap tersedia melalui jalur resmi Bulog dengan harga distributor Rp 11.000 dan pedagang Rp 12.500.

Namun, Andrian mengingatkan mekanisme distribusinya masih rumit: pedagang harus melalui persetujuan kepala pasar, dinas perindustrian dan perdagangan, hingga pengajuan administrasi seperti formulir, NIB, dan NPWP, dengan kapasitas maksimal 2 ton per pengajuan.

Sekretaris Umum Inkoppas (Induk Koperasi Pasar) Andrian Lame Muhar merespons isu kenaikan harga beras belakangan ini menjadi perhatian publik.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|