Inflasi Medis Indonesia Tembus 17,8 Persen, Biaya Berobat Makin Membebani Keluarga

1 day ago 3

Inflasi Medis Indonesia Tembus 17,8 Persen, Biaya Berobat Makin Membebani Keluarga

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Inflasi medis Indonesia tembus 17,8 persen, biaya berobat makin membebani keluarga. Foto ilustrasi dokumentasi Prudential

jpnn.com - JAKARTA - Lonjakan biaya layanan kesehatan menjadi ancaman baru bagi ketahanan finansial keluarga Indonesia.

Inflasi medis di dalam negeri diperkirakan mencapai 17,8 persen pada 2026, jauh melampaui inflasi umum yang berada di kisaran 2,5 persen.

Berdasarkan laporan Health Trends 2026 dari Mercer Marsh Benefits, tingkat inflasi medis Indonesia tersebut menjadi yang tertinggi di Asia.

Kondisi ini menunjukkan biaya konsultasi dokter, pemeriksaan penunjang, obat-obatan, tindakan medis, dan rawat inap meningkat jauh lebih cepat dibandingkan biaya hidup secara umum.

"Kenaikan biaya berobat berpotensi menggerus tabungan keluarga, mengganggu rencana keuangan, serta memperbesar kebutuhan terhadap perlindungan kesehatan yang memadai," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Emira E. Oepangat, Senin (3/8).

Tekanan biaya kesehatan juga dipengaruhi ketidakpastian geopolitik global dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Ketergantungan terhadap obat-obatan, alat medis, serta sejumlah komponen operasional yang berasal dari impor membuat biaya pelayanan kesehatan sensitif terhadap pergerakan kurs.

Ketika nilai rupiah melemah, biaya pengadaan obat, alat kesehatan, dan teknologi medis berpotensi meningkat.

Inflasi medis Indonesia tembus 17,8 persen, biaya berobat makin membebani keluarga. Ada solusi dari Prudential.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|