Gubernur BI Harus Independen, Tidak Boleh Sarat Intervensi

1 week ago 7

Gubernur BI Harus Independen, Tidak Boleh Sarat Intervensi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi Bank Indonesia (BI). Ilustrasi: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru menghadapi tantangan yang tidak mudah, yakni harus mampu menyeimbangkan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty mengatakan untuk menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja kerap menimbulkan trade-off, sehingga dibutuhkan kemampuan untuk mencari titik keseimbangan.

“Kita butuh gubernur bank sentral yang bisa menjalankan tugas sekarang yang lebih berat, karena BI diberi mandat bukan hanya menjaga stabilitas melainkan juga mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Telisa dalam diskusi Forekbank Financial Outlook 2026 di Jakarta, Rabu (29/7).

Amanat baru untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi telah tertuang dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Telisa menjelaskan tugas itu tidak mudah karena di satu sisi BI harus menjaga stabilitas dengan mencegah krisis, mengendalikan inflasi, dan menjaga nilai tukar.

Namun, di sisi lain juga dituntut mendukung pertumbuhan melalui penyediaan likuiditas dan penyaluran kredit yang lebih tinggi.

Di samping mengemban tugas yang sulit saat ini, Gubernur BI yang baru juga harus merupakan figur yang kompeten, profesional, serta memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam di sektor keuangan.

Telisa mengingatkan kredibilitas gubernur bank sentral sangat penting untuk menjaga kepercayaan pasar. 

Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru menghadapi tantangan yang tidak mudah, yakni harus mampu menyeimbangkan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|