Gajah Jovi Mediator Konflik Dengan Manusia di PLG Minas Mati

17 hours ago 4

Gajah Jovi Mediator Konflik Dengan Manusia di PLG Minas Mati

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Proses penguburan bangkai Jovi oleh tim medis BBKSDA Riau. Foto:Source for JPNN.

jpnn.com, PEKANBARU - Seekor gajah jantan  bernama Jovi berusia sekitar 46 tahun mati pada Senin (3/8/2026) pukul 20.47 WIB setelah menjalani perawatan intensif selama 34 hari.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyebut, Jovi mati akibat komplikasi infeksi saluran pencernaan dan saluran pernapasan bagian atas yang berkembang hingga menyebabkan myopathy atau gangguan berat pada jaringan otot.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBKSDA Riau Ujang Holisudin menjelaskan gejala penyakit mulai terlihat pada 1 Juli 2026.

Saat itu Jovi mengalami kelemahan fisik, kehilangan nafsu makan, tremor, kekakuan pada kaki, belalai dan ekor, serta kesulitan berdiri.

“Sejak gejala awal muncul, tim dokter hewan langsung melakukan penanganan intensif sesuai standar operasional pelayanan kesehatan satwa,” ujar Ujang dalam siaran pers, Selasa (4/8).

Selama masa perawatan, tim medis memberikan terapi cairan infus selama 24 jam, antibiotik, vitamin, antiinflamasi, asam amino, serta terapi suportif lainnya.

Pemeriksaan laboratorium darah juga dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan kondisi Jovi.

Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau drh. Rini Deswita mengatakan kondisi Jovi sempat menunjukkan perbaikan.

Selama lebih dari dua dekade, Jovi berperan penting dalam berbagai operasi mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di sejumlah wilayah di Provinsi Riau.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|