jpnn.com, JAKARTA - Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan angka elektabilitas seseorang tokoh berubah-ubah dan bisa naik atau turun seusai waktu berdasarkan temuan lembaga survei.
Hal demikian dikatakan dia menyikapi survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyatakan elektabilitas Presiden RI Prabowo Subianto menurun dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau KDM menanjak.
"Ya, kan, kalau yang nama survei fluktuatif. Kadang naik, kadang turun," ujar Dasco ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7).
Toh, kata Wakil Ketua DPR RI itu, hasil penelitian lembaga survei terkadang bisa berbeda satu sama lain, sehingga tidak memusingkan temuan SMRC.
"Itu survei yang satu dengan yang lain, kan, kadang sama, kadang berbeda. itu yang bisa saya sampaikan," ujarnya.
SMRC menyebut angka keterpilihan Presiden RI Prabowo Subianto mengalami tren penurunan berdasarkan survei berjudul Elektabilitas Calon-Calon Presiden.
"Dalam sembilan bulan terakhir, elektabilitas Prabowo dalam simulasi semi terbuka menurun," demikian petikan rilis yang telah terkonfirmasi oleh Peneliti SMRC Saidiman Ahmad, Rabu (29/7).
Diketahui, SMRC menghitung elektabilitas sosok yang berpotensi menjadi capres dalam simulasi semi terbuka untuk periode November 2025 hingga Juli 2026.

2 hours ago
4


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310367/original/071942200_1754711095-Justin_Hubner.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5545933/original/045717500_1775222563-IMG_2161.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193024/original/060543500_1745211082-dean_fc.jpg)











