jpnn.com, JAKARTA - Di tengah ritme kehidupan modern yang makin padat, sejumlah kebiasaan tradisional ternyata masih bertahan di masyarakat.
Salah satunya adalah penggunaan minyak balur yang hingga kini tetap menjadi bagian dari rutinitas banyak keluarga.
Kebiasaan mengoleskan minyak balur bukanlah hal baru di tanah air.
Sejak dahulu, produk minyak balur dipercaya untuk membantu tubuh terasa lebih nyaman.
Meski pola hidup masyarakat terus berubah, tradisi tersebut tampaknya belum kehilangan tempat.
Bagi sebagian keluarga, minyak balur bukan sekadar produk perawatan tubuh, melainkan bagian dari kebiasaan yang diwariskan lintas generasi.
Pelaku industri herbal sekaligus owner Kutus Kutus, Fazli Hasniel Sugiharto, mengatakan kedekatan emosional menjadi salah satu alasan tradisi penggunaan minyak balur masih bertahan hingga sekarang.
“Banyak orang mengenal minyak balur bukan hanya sebagai produk, tetapi sebagai bagian dari kebiasaan keluarga yang sudah berlangsung lama,” ujar Fazli dalam keterangannya, Senin (8/6).

6 hours ago
1

















































.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495504/original/079773400_1770373061-Ze_Valente.jpg)

