jpnn.com, JAKARTA - Universitas Terbuka (UT) menguatkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui gelaran Focus Group Discussion (FGD) bertema Optimalisasi dan Diseminasi Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka di Kelurahan Pondok Cabe Ilir.
Kegiatan ini menjadi kelanjutan program kolaboratif UT bersama pelaku UMKM dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, khususnya sektor kuliner berbasis bahan baku daerah.
Ketua FGD PkM Universitas Terbuka Pondok Cabe Ilir, Prof. Dr. Lidwina Sri Ardiasih, M.Ed., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar forum diskusi, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.
“Melalui FGD ini, Universitas Terbuka ingin memastikan program pengabdian kepada masyarakat benar-benar tepat sasaran, berdampak nyata, serta berkelanjutan. Kolaborasi menjadi kunci dalam menggali potensi lokal dan menjawab tantangan yang dihadapi UMKM,” ujar Prof. Lidwina, Senin (25/5).
Dia menyebutkan, sejak 2024 hingga 2025, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UT telah menunjukkan hasil konkret, salah satunya melalui pendampingan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Chef Banana.
Berbagai dukungan diberikan, mulai dari penyediaan alat produksi hingga peningkatan kapasitas usaha, yang terbukti mampu mendorong efisiensi dan produktivitas.
"Memasuki 2026, fokus program beralih pada aspek hilirisasi produk. Hal ini mencakup peningkatan kualitas kemasan, penguatan strategi pemasaran, serta penyediaan sarana prasarana pendukung agar produk UMKM mampu bersaing di pasar yang lebih luas," ungkapnya.
Ketua LPPM-UT Prof. Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D, menyebutkan, Kelurahan Pondok Cabe Ilir memiliki potensi besar terutama dari komoditas pisang sebagai bahan baku utama.

5 hours ago
2














































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485697/original/029038600_1769524103-9.jpg)





