Dedi Mulyadi Bongkar Penyebab PHK Massal Garmen di Cimahi

9 hours ago 1

Dedi Mulyadi Bongkar Penyebab PHK Massal Garmen di Cimahi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat ditemui di Kantor BPSDM, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Selasa (4/8/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di industri garmen, Jawa Barat, termasuk di PT Namnam Cimahi, mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi, industri garmen merupakan sektor padat karya yang sejak lama memiliki tantangan besar karena sangat bergantung pada biaya tenaga kerja. Akibatnya, perusahaan kerap memindahkan operasional ke daerah yang menawarkan biaya produksi lebih rendah.

"Kalau garmen itu memang selalu problem karena sektornya padat karya. Perusahaan-perusahaan padat karya memang secara umum begitu," kata Dedi ditemui di Kantor BKPSDM Jawa Barat, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Selasa (4/8/2026).

Dia menjelaskan, ketika perusahaan sudah mencapai titik impas (break-even point) dan menemukan daerah dengan biaya tenaga kerja yang lebih murah, relokasi menjadi pilihan yang lazim dilakukan.

"Kalau dia sudah break-even point kemudian ada tempat lain yang lebih murah tenaga kerjanya, biasanya pindah. Itu sudah terjadi di mana-mana," ujarnya.

Menurut Dedi, karakter industri padat karya berbeda dengan industri padat modal yang cenderung membangun investasi jangka panjang di satu lokasi.

"Mereka tidak membuat perusahaan ini permanen seperti industri padat modal. Jadi kalau memang industri padat karya sektor garmen, harus berhati-hati karena dalam siklus puluhan tahun dia pasti menutup," tuturnya.

Meski demikian, Dedi menegaskan peluang kerja di Jawa Barat masih terbuka lebar. Dia menyebut pertumbuhan kawasan industri di sejumlah daerah telah membuka kebutuhan tenaga kerja baru dalam jumlah besar.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan penyebab terjadinya PHK massal di industri garmen, termasuk PT Namnam di Cimahi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|