jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI dari fraksi Gerindra Azis Subekti memberikan catatan terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dalam Rapat Paripurna di kompleks perlemen, Senayan, Rabu (20/5).
Azis menyoroti paradoks sejarah yang disampaikan Prabowo saat Indonesia sebagai negeri kaya tak bisa mengubah SDA sebagai kekuatan ekonomi nasional.
"Sejarah itulah yang membuat saya memandang pidato Presiden kali ini bukan sekadar pembahasan APBN tahunan," kata dia melalui keterangan persnya, Kamis (21/5).
Anggota Komisi IV DPR RI itu mengaku gelisah melihat angka penerimaan negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang masih tertahan di kisaran sebelas persen.
Sebab, kata dia angka itu tergolong rendah jika dibandingkan dengan sejumlah negara berkembang lainnya.
Selain itu, Azis juga menyoroti fenomena penurunan kelas menengah serta meningkatnya jumlah penduduk miskin.
"Penduduk miskin dan rawan miskin meningkat," katanya.
Azis juga menyoroti masalah lain yang tidak kalah krusial seperti net outflow devisa yang mencapai sekitar USD 343 miliar seperti disampaikan Presiden Prabowo.

3 hours ago
2




















































