jpnn.com, JAKARTA - Rencana kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi yang digagas aktivis 98, akademisi, mahasiswa, dan kelompok pekerja dilaporkan batal digelar setelah pihak Naraya Hotel & Resort mencabut izin penggunaan tempat secara.
Ubedilah Badrun yang merupakan tokoh aktivis 98 menyebut pembatalan kegiatan di hotel yang berada di Jalan Pemuda no. 18, Rawamangun, Jakarta Timur, dilakukan mendadak oleh manajemen. Padahal sebelumnya panitia telah mendapatkan surat konfirmasi resmi penggunaan ruangan.
Panitia mengungkapkan, mereka sebelumnya telah memperoleh Confirmation Letter dari pihak Hotel Naraya pada 19 Mei 2026 untuk penggunaan ruang acara di Gedung University Training Center (UTC)-UNJ/Hotel Naraya. Seluruh biaya sewa juga sudah dibayarkan sesuai kesepakatan.
Namun sehari kemudian, tepatnya pada 20 Mei 2026 sore, pihak hotel mengirimkan surat pembatalan sepihak tanpa penjelasan rinci mengenai alasan pembatalan acara tersebut.
“Di dalam surat pembatalan itu tidak dijelaskan alasannya secara tertulis, hanya ada kalimat bahwa pembatalan dikarenakan alasan satu dan lain hal,” kata Ubedilah Badrun.
Panitia juga mengaku sebelumnya menerima informasi melalui sambungan telepon bahwa terdapat pihak lain yang meminta agar kegiatan tersebut dibatalkan. Namun, identitas pihak yang dimaksud tidak dijelaskan lebih lanjut.
Atas kejadian tersebut, panitia mempertanyakan adanya dugaan tekanan terhadap penyelenggaraan kegiatan peringatan 28 Tahun Reformasi.
“Kami mempertanyakan siapa pihak yang meminta Naraya membatalkan acara Peringatan 28 Tahun Reformasi tersebut? Tentu ini tanda pembungkaman dan makin merusak demokrasi di Indonesia,” ujarnya.

1 hour ago
2




















































