Bupati Ini Niat Banget Ingin Menyuap Pegawai KPK Demi Mengamankan Kasusnya, Begini Ceritanya

4 hours ago 1

Bupati Ini Niat Banget Ingin Menyuap Pegawai KPK Demi Mengamankan Kasusnya, Begini Ceritanya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj/am.

jpnn.com - Bupati Pemalang Anom Widiyantoro niat banget ingin menyuap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang menyelidiki kasusnya.

KPK menduga Anom Widiyantoro sampai memeras anak buahnya di Pemkab Pemalang, termasuk pihak swasta di wilayah itu hingga terkumpul uang Rp 1,98 miliar.

Konon uang itu diduga bakal digunakan Anom untuk mengurus penyelesaian perkaranya yang sedang ditangani lembaga antirasuah.

"Dalam penelusuran tim KPK, uang yang dikumpulkan tersebut kemudian salah satunya digunakan untuk keperluan pribadi Bupati, yaitu mengurus penyelesaian perkara di KPK," kata Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Taufik menerangkan bahwa perkara yang ingin diselesaikan oleh Anom adalah terkait penyelidikan yang sedang dilakukan KPK.

"Ada pengaduan di Kabupaten Pemalang, dan itu sudah masuk di tahap penyelidikan, yaitu suap proyek dan jabatan," ucapnya.

Mulanya Anom meminta orang kepercayaannya yang bernama Mohamad Haris alias Gus Haris untuk bertemu dengan adik iparnya yang berinisial HAN.

Anom meminta Gus Haris bertemu dengan HAN agar dikenalkan dengan ayah dari polisi bernama Setya Budi Dias yang sedang bertugas di KPK sebagai staf administrasi, yakni Lilik Budi Suprianto.

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro niat banget ingin menyuap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang menyelidiki kasusnya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|