BUMN dan Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen: Fondasi Bersejarah Era Prabowo

6 hours ago 3

Oleh: Arman Saputra (Pengamat Politik Ekonomi)

 Fondasi Bersejarah Era Prabowo

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengamat Politik Ekonomi Arman Saputra. Foto: dokumentasi pribadi

jpnn.com - EKONOMI Indonesia di awal tahun 2026 ini sejatinya sedang tidak dalam kondisi "baik-baik saja".

Badai krisis global masih mengintai di cakrawala. Namun, di tengah ketidakpastian itu, angka pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61% pada Triwulan I-2026 muncul sebagai anomali yang melegakan sekaligus mengejutkan dunia.

Banyak yang bertanya, siapa mesin penggerak di balik angka impresif ini? Salah satu jawabannya terletak pada keberanian kebijakan dan visi besar ekonomi Presiden Prabowo Subianto dalam merombak total arsitektur perusahaan negara.

Melalui pembentukan Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara, pemerintah tidak hanya sekadar melakukan reorganisasi, melainkan mencetak sejarah baru dalam manajemen kekayaan negara.

Selama ini, BUMN kita sering dianggap sebagai raksasa yang lamban, terbelit birokrasi, dan kehilangan fokus. Namun, di bawah payung BP BUMN dan Danantara, perusahaan-perusahaan negara ini bertransformasi menjadi kekuatan tempur yang sangat fokus.

Jika kita ibaratkan ekonomi sebagai sebuah semesta, BUMN kini bukan lagi pahlawan yang bertarung sendiri-sendiri, melainkan "The Avengers" yang berada di bawah satu komando strategis yang solid.

Langkah Prabowo membentuk Danantara adalah sebuah masterstroke atau langkah cerdas yang fundamental.

Dengan memisahkan peran regulator dan operator, BUMN kini bisa lebih lincah, profesional, dan fokus pada maksimalisasi keuntungan yang muaranya kembali ke rakyat. Ini adalah prestasi ekonomi yang bersejarah; sebuah pergeseran paradigma dari manajemen gaya lama menuju pengelolaan aset negara yang berkelas dunia.

Pengamat Politik Ekonomi Arman Saputra menilai BUMN dan pertumbuhan ekonomi 5,61 persen merupakan fondasi bersejarah era Presiden Prabowo.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|