BPS Ungkap Penyebab Inflasi RI Naik 2,88%, Berkaitan dengan Emas

21 hours ago 1

BPS Ungkap Penyebab Inflasi RI Naik 2,88%, Berkaitan dengan Emas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga emas perhiasan mengalami inflasi. Foto/Ilustrasi: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau, transportasi, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi pendorong inflasi tahunan pada Juli 2026.

Adapun Indeks Harga Konsumen (IKH) mencatatkan inflasi secara tahunan sebesar 2,88 persen year on year (yoy). 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan inflasi ini tercatat lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 3,34 persen yoy, namun lebih tinggi dari periode sama tahun lalu yang sebesar 2,37 persen yoy.

“Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi didorong oleh tiga kelompok,” kata Ateng di Jakarta, Senin (3/7).

Kemudian, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar, yakni 0,87 persen.

Harga kelompok ini meningkat 2,97 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), terutama dipengaruhi ikan segar, minyak goreng, beras, sigaret kretek mesin (SKM), daging ayam ras, cabai merah, daging sapi, dan rokok kretek tangan (SKT).

“Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 5,12 persen (yoy) dengan andil 0,62 persen,” kata Ateng.

Menurut dia, kenaikan terutama dipengaruhi harga bensin, tarif angkutan udara, mobil, pelumas atau oli mesin, serta sepeda motor.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau, transportasi, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi pendorong inflasi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|