jpnn.com - Nasib pahit harus diterima Borneo FC Samarinda di penghujung musim BRI Super League 2025/2026. Meski tampil garang sepanjang kompetisi dan finis dengan poin identik dengan Persib Bandung, Pesut Etam gagal mengangkat trofi hanya karena kalah aturan head to head.
Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes tak mampu menutupi rasa kecewa melihat timnya harus puas finis sebagai runner up. Namun, juru taktik asal Brasil itu mencoba menerima kenyataan pahit tersebut dengan lapang dada.
Borneo dan Persib sama-sama mengoleksi 79 poin di klasemen akhir. Akan tetapi, regulasi head to head membuat Persib berhak keluar sebagai juara setelah menang 3-1 di Bandung dan bermain imbang 1-1 saat tandang ke Samarinda.
Ironisnya, ketika melihat statistik lain, Borneo tampil lebih superior dibanding Maung Bandung. Mariano Peralta dan kolega sukses mencetak 74 gol dan hanya kebobolan 31 kali dengan selisih gol +43. Adapun Persib hanya membukukan 59 gol dan selisih gol +37.
"Sayang sekali musim ini kami tidak bisa juara karena aturan head to head. Kalau lihat statistik lain, kami jauh lebih bagus, tetapi regulasi itu bukan sesuatu yang bisa saya kontrol," ujar Lefundes.
Tak cuma soal produktivitas gol, Borneo juga menjadi tim dengan jumlah kemenangan terbanyak musim ini. Pesut Etam mencatatkan 25 kemenangan, unggul dari Persib yang meraih 24 kemenangan.
Di kandang sendiri, Borneo tampil nyaris sempurna dengan torehan 15 kemenangan, satu imbang, dan hanya sekali kalah sepanjang musim. Catatan itu membuat Lefundes merasa timnya layak disebut salah satu yang terbaik musim ini.
"Kami tim dengan kemenangan terbanyak dan paling produktif musim ini. Namun, inilah sepak bola, kami harus menerima," katanya.

7 hours ago
1













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485697/original/029038600_1769524103-9.jpg)






