jpnn.com, JAKARTA - Bhayangkara FC tak mau mengambil risiko di tengah ancaman debu vulkanis Gunung Anak Krakatau.
Demi menjaga kondisi fisik pemain, The Guardians mengubah pola latihan dan mengurangi aktivitas di ruang terbuka, setelah abu erupsi masih ditemukan di sejumlah wilayah Bandar Lampung.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Jumat (4/9/2026) malam.
Dampaknya masih terasa sehari kemudian, termasuk di lingkungan yang menjadi lokasi aktivitas Bhayangkara FC, setelah mereka melakoni pertandingan perdana Super League 2026/2027 melawan Persebaya Surabaya pada 5 September lalu.
Meski kondisi Bandar Lampung pada Minggu (6/9/2026) mulai membaik, sisa abu vulkanis masih terlihat di jalanan dan sejumlah area yang biasa digunakan skuad Bhayangkara FC untuk beraktivitas.
Situasi tersebut membuat tim medis dan pelatih harus melakukan penyesuaian.
Bhayangkara FC akhirnya memilih memulai sesi latihan dari dalam gym.
Cara tersebut dilakukan untuk mengurangi paparan udara luar, sekaligus menjaga pemain tetap mendapatkan stimulus fisik setelah menjalani pertandingan.

1 week ago
21




















































