jpnn.com, JAKARTA - Puluhan massa yang tergabung dalam Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada Senin (8/6/2026).
Koordinator Lapangan (Korlap) sekaligus Humas KAPAK Al Maun mengatakan aksi tersebut bertujuan untuk mendesak BPK RI agar melakukan audit investigatif terhadap dugaan permasalahan kredit perbankan yang melibatkan Kalla Group.
"Aksi tersebut merupakan bentuk tekanan publik agar lembaga negara melakukan pemeriksaan secara transparan terhadap dugaan kredit bermasalah yang nilainya disebut mencapai puluhan triliun rupiah," ujar Al Maun.
Dalam aksi jilid 3 tersebut, pihaknya mendesak BPK RI segera melakukan audit investigatif terhadap dugaan kredit macet yang dilakukan Kalla Group.
Dari Dokumen keuangan dan rekam jejak penyaluran kredit perbankan nasional, kata dia, KAPAK membongkar sebuah fakta yang kontras, imperium bisnis Kalla Group, justru hidup dan bernapas dari kucuran dana segar bank-bank milik negara (BUMN) dengan catatan agregat menunjukkan eksposur utang Kalla Group di berbagai bank pemerintah menyentuh angka fantastis Rp 30,33 triliun.
Angka tersebut diduga mengalir ke beberapa Perusahaan di bawah naungan Kalla Group yakni, PT Poso Energi (Rp 9,6 triliun), PT Kerinci Merangin Hidro (Rp 3,44 triliun), PT Bumi Infrastruktur Maritim (Rp 11 miliar), dan PT Bukaka Tehnik Utama senilai Rp 15,93 triliun.
Aksi yang awalnya berlangsung tertib mulai memanas ketika massa melakukan pembakaran ban bekas sebagai simbol perlawanan terhadap dugaan lemahnya pengawasan terhadap sektor perbankan.
Asap hitam dari pembakaran ban sempat menutupi area depan kantor BPK RI membuat situasi semakin tegang.

4 hours ago
2
















































.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495504/original/079773400_1770373061-Ze_Valente.jpg)

