jpnn.com, PROBOLINGGO - Bea Cukai Probolinggo terus memperkuat upaya preventif dalam memberantas peredaran rokok ilegal di wilayah kerjanya.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi dan penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Langkah tersebut diwujudkan melalui sosialisasi tatap muka kepada masyarakat, koordinasi lintas instansi, hingga penyebarluasan informasi melalui media radio guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ketentuan di bidang cukai dan bahaya rokok ilegal.
Pada Rabu (29/4), Bea Cukai Probolinggo hadir dalam talkshow radio bertema 'Kenali Rokok Ilegal dan Manfaat DBHCHT' yang diselenggarakan di Radio Suara Kota Probolinggo.
Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Probolinggo bersama Pemerintah Kota Probolinggo mengajak masyarakat memahami ciri-ciri rokok ilegal sekaligus pentingnya dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT) bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menekan peredaran rokok ilegal.
Menurutnya, optimalisasi penerimaan negara dari sektor cukai dapat memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, kesejahteraan petani tembakau, dan kesehatan masyarakat.
Selain melalui media radio, Bea Cukai Probolinggo juga aktif turun langsung ke masyarakat melalui sosialisasi tatap muka di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Pajarakan dan Kecamatan Paiton di Kabupaten Probolinggo, serta Kecamatan Sumbersuko di Kabupaten Lumajang.

7 hours ago
1




















































