jpnn.com, JAKARTA - Dosen ilmu politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Idris Thaha MSi. mengaku terkesima saat melihat kemegahan Masjid At-Taufiq yang dibangun di depan Sekolah Partai PDI Perjuangan Jl. Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Kekaguman akademisi muslim itu disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah saat memberi sambutan peringatan Haul ke-13 Dr (HC) Taufiq Kiemas, Senin (8/6).
‘’Dalam bisik-bisiknya kepada saya barusan, Prof Idris Thaha mengaku terkesima melihat Masjid At Taufiq. Keberadaan masjid ini menambah keyakinan beliau bahwa PDI Perjuangan bukanlah partai yang anti-Islam, bukan partai komunis seperti yang dituduhkan selama ini, tapi justru menajdi partai yang mengakomodasi Islam,’’ jelas Ahmad Basarah.
Ketua Dewan Penasihat PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) itu bercerita bahwa ia mengenal Idris tahun 2018. Saat itu Idris tengah menulis disertasi tentang Islam dan PDI Perjuangan.
‘’Lewat disertasinya itu, Idris mempertahankan argumentasi bahwa PDI Perjuangan justru membela kepentingan umat Islam. Ia mencatat semua perjuangan partai ini di DPR RI yang membela sejumlah rancangan undang-undang yang mendukung kepentingan umat Islam, seperti RUU Pesantren misalnya, dan lain-lain,’’ jelas Ahmad Basarah.
Dalam ceramahnya, Idris Thaha menerangkan bahwa saat menulis disertasi, ia ingin tahu sekaligus hendak membuktikan, benarkah PDI Perjuangan adalah partai anti-Islam seperti yang dituduhkan selama ini?
Setelah menelusuri semua dugaan itu secara ilmiah, ia membuktikan lewat disertasinya yang berjudul “Islam dan PDI Perjuangan’’ bahwa tuduhan itu tidak benar.
‘’PDI Perjuangan justru banyak membela kepentingan Islam. Ada banyak RUU yang menjadi kepentingan umat Islam justru dibela oleh fraksi PDI Perjuangan di DPR RI,’’ jelas Idris.

1 hour ago
2
















































.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495504/original/079773400_1770373061-Ze_Valente.jpg)

