Bahlil Buka–bukaan Soal Keberadaan Tambang di Raja Ampat

21 hours ago 1

Bahlil Buka–bukaan Soal Keberadaan Tambang di Raja Ampat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Aktivitas tambang nikel yang dijalankan PT GAG Nikel di Pulau Gag, Raja Ampat. Foto: Source for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan tambang yang beroperasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya, hanya tersisa satu yakni PT GAG Nikel.

“Aku kan udah bilang, kalau di Raja Ampat itu izin yang masih beroperasi tinggal punya BUMN, GAG Nikel itu,” ujar Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/7).

Bahlil menjelaskan perusahaan GAG Nikel sudah ada sebelum ia menjabat sebagai Menteri ESDM.

Untuk izin-izin pertambangan lainnya di Raja Ampat, kata Bahlil, sudah dicabut oleh pemerintah pada 2025. 

Selain itu, izin yang telah dicabut sebelumnya dikeluarkan oleh kepala daerah dari wilayah tersebut, seperti gubernur dan bupati.

“Bukan gubernur dan bupati yang salah juga, mazhabnya waktu itu adalah undang-undang kewenangan daerah. Jadi, tidak ada izin yang keluar dari pusat,” ucap Bahlil.

Pernyataan tersebut merespons Greenpeace Indonesia. Dikutip dari laman resmi Greenpeace Indonesia.

Laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tersebut menyatakan setidaknya ada tiga perusahaan yang tengah memproses izin pertambangan nikel, dengan rencana wilayah operasi di bagian timur Pulau Waigeo.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan tambang yang beroperasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya, hanya tersisa satu yakni PT GAG Nikel.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|