jpnn.com, JAKARTA - Perkembangan ekosistem startup di berbagai negara berkembang terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, founder perempuan masih menghadapi tantangan besar dalam memperoleh akses pendanaan dan dukungan investasi yang setara.
Menjawab tantangan tersebut, Aurora Ventures resmi diluncurkan sebagai program investasi tahap awal yang berfokus mendukung founder perempuan di emerging markets.
Program ini mendapat dukungan dari inDrive, platform mobility dan delivery global yang telah berkembang menjadi unicorn di berbagai negara berkembang.
Peluncuran Aurora Ventures dilakukan setelah suksesnya penyelenggaraan Aurora Tech Award 2026 di Santiago, Chile. Tahun ini, ajang tersebut mencatat rekor lebih dari 3.400 pendaftar dari berbagai negara.
Salah satu founder asal Nigeria, Adeola Ayoola-Famasi, berhasil masuk dalam jajaran 10 finalis terbaik. Selain Adeola, daftar finalis juga diisi founder perempuan dari Panama, Kolombia, Chile, Brasil, Meksiko, dan Kenya.
Aurora Ventures dibentuk berdasarkan data dan pengalaman selama lima tahun penyelenggaraan Aurora Tech Award yang menunjukkan masih lebarnya kesenjangan akses pendanaan bagi founder perempuan, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Afrika, serta Amerika Latin.
Meski banyak startup yang dipimpin perempuan menunjukkan pertumbuhan bisnis yang kuat dan efisien, mereka dinilai masih sering mengalami undervaluasi serta kurang mendapat perhatian dari investor tradisional.

5 hours ago
1

















































.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495504/original/079773400_1770373061-Ze_Valente.jpg)

