jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengidentifikasi sebanyak 2.616 desa di berbagai daerah bakal menembus pasar ekspor.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria mengatakan 2.616 desa tersebut menjadi bagian dari Program Desa Bisa Ekspor.
Fungsinya untuk memperluas basis pelaku ekspor nasional, aekaligus mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional.
"Karena produk primer banyak dilakukan di desa, kita juga dengan Kementerian Desa melakukan kegiatan yang namanya Desa Bisa Ekspor," kata Ari di Jakarta, Minggu (5/7).
Ari Satria menuturkan program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah membangun ekosistem ekspor dari daerah dengan memetakan potensi setiap desa.
Ari mengatakan desa-desa yang telah diidentifikasi kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat kesiapan ekspornya, sehingga pendampingan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
"Sejauh ini kita ada 2.616 desa di seluruh Indonesia yang sudah diidentifikasi. Kami klasterkan mana yang benar-benar siap ekspor, mana yang punya potensi ekspor, jadi produknya sebenarnya potensial tetapi perlu diasah lagi," ujarnya.
Selain melakukan pemetaan, Kemendag juga memfasilitasi pelaku UMKM agar tidak harus berhadapan langsung dengan pembeli luar negeri pada tahap awal.

3 weeks ago
17


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5310367/original/071942200_1754711095-Justin_Hubner.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5545933/original/045717500_1775222563-IMG_2161.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046704/original/088175000_1733934093-Dony_Tri_Pamungkas_Cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193024/original/060543500_1745211082-dean_fc.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539833/original/090201100_1774627160-4.jpg)