jpnn.com, JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melakukan transformasi bisnis bertajuk TLKM 30. Langkah ini diambil agar Telkom tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman yang dinamis.
TLKM 30, sebuah visi besar yang diusung Telkom sejak 2025 sebagai bentuk transformasi bisnis yang relevan dengan tantangan zaman dan kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis.
Melalui inisiatif TLKM 30, Telkom memperkuat struktur internal khususnya tata kelola perusahaan agar lebih siap merespons kebutuhan pasar yang dinamis. Misi besarnya adalah untuk membuat Telkom menjadi perusahaan yang lebih agile, progresif, kompetitif dan berkelas dunia.
"Melalui TLKM 30, Telkom menjalankan agenda transformasi lima tahun menuju 2030 untuk melipatgandakan nilai perusahaan secara signifikan. Fokus utamanya adalah merombak cara perusahaan beroperasi dan menata kembali struktur aset agar jauh lebih efisien.”tutur Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini dalam siaran persnya, Jumat (6/3).
Langkah transformasi ini juga mencangkup keberanian dalam menyelaraskan seluruh pelaporan keuangan global. Bagi Telkom, transparansi bukan hanya kepatuhan regulasi, tapi merupakan janji dan tanggung jawab integritas.
“Dengan sistem yang lebih sehat, Telkom tidak hanya tumbuh secara ukuran, tetapi juga mampu memberikan manfaat digital yang lebih luas bagi seluruh masyarakat
Indonesia," ujar dia.
Transformasi TLKM 30 ini bertumpu pada 4 pilar. Pilar pertama adalah Operational & Service Excellence sebagai bentuk fokus memperbaiki tata kelola dan budaya kerja demi pelayanan yang lebih baik. "Pilar ini juga termasuk optimalisasi kapital dalam operasional perusahaan," ujarnya.
Kedua, Streamlining, Telkom mengefisiensikan struktur organisasi agar lebih efektif. Saat ini Telkom menaungi sekitar 66 anak perusahaan.

8 hours ago
4



















































