Prabowo Hadiri May Day 2026, Legislator: Bukan Semata Kehadiran Fisik, Itu Simbol

3 hours ago 6

 Bukan Semata Kehadiran Fisik, Itu Simbol

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota DPR RI Azis Subekti menyebut kehadiran Prabowo saat May Day 2026 sebagai simbol penting arah kebijakan pemerintah. Ilustrasi. Foto: Kemnaker

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Azis Subekti menyebut kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monas, Jakarta, Jumat (1/5) kemarin bukan sekadar seremoni politik.

“Ada momen dalam kehidupan bernegara yang tidak selalu ditentukan oleh panjangnya pidato, tetapi oleh arah keberpihakan yang ia pilih,” kata Azis dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/5).

Legislator fraksi Gerindra itu menyebut kehadiran Prabowo saat May Day 2026 sebagai simbol penting arah kebijakan pemerintah.

“Kehadiran Presiden di tengah peringatan May Day bukan sekadar simbol kehadiran fisik. Ia penanda arah. Sebab dalam politik, simbol bukanlah hal kecil. Ia sering kali menjadi bahasa jujur dari niat kekuasaan,” ujar Azis.

Dia mengatakan persoalan buruh seperti outsourcing, upah, perlindungan sosial, hingga ancaman PHK harus menjadi perhatian serius pemerintah menyusul kehadiran Prabowo saat May Day 2026.

“Kita bisa melihatnya dari cara isu-isu buruh kembali diangkat ke permukaan, soal outsourcing yang tak kunjung selesai, upah yang sering kali tertinggal dari biaya hidup, hingga rasa tidak aman yang menghantui pekerja di tengah perubahan ekonomi global,” kata mahasiswa program doktor hukum dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) itu.

Dia mengingatkan keberpihakan pemerintah ke rakyat kecil tidak cukup berhenti pada pidato dan simbol politik semata.

“Sebab, politik keberpihakan tidak cukup berhenti pada retorika dan gestur. Ia harus turun menjadi desain kebijakan yang konkret, terukur, dan berani,” ungkap Azis.

Anggota DPR RI Azis Subekti menyebut kehadiran Prabowo saat May Day 2026 sebagai simbol penting arah kebijakan pemerintah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|