jpnn.com - Pemerintah disebut sudah memiliki skenario mengenai stok bahan bakar minyak (BBM) Indonesia yang hanya cukup untuk 21 hari.
Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ini memicu perhatian masyarakat, apalagi muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, DPR sudah membahas mengenai mitigasi dari stok BBM bersama dengan Presiden Prabowo Subianto dan menteri terkait.
Pembahasan tersebut dilaksanakan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, dalam rapat terbatas, ada beberapa gagasan yang disampaikan dan akan disampaikan dalam waktu dekat kepada publik.
"Kemarin memang kami bahas juga yang namanya persediaan minyak tapi juga kemudian kami bicara mitigasi bagaimana ketika minyak yang dari sumber sekarang kami ambil itu terjadi kesulitan," kata Dasco di Bandung, Kamis (5/3).
Dalam waktu dekat, kata Dasco, pemerintah segera menyampaikan hasil pembahasannya kepada publik.
"Mitigasinya bagaimana, nah itu sudah ada tapi bagus memang menurut saya. Bukan saya yang mengungkapkan di sini, nanti dari pemerintah yang menyampaikan demikian," tuturnya.

2 hours ago
2





















































