Rupiah Merosot hingga Rp17.400, BI Tekankan Masih Sejalan dengan Emerging Market

7 hours ago 2

Rupiah Merosot hingga Rp17.400, BI Tekankan Masih Sejalan dengan Emerging Market

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Rupiah Merosot hingga Rp17.400, BI Tekankan Masih Sejalan dengan Emerging Market. Ilustrasi - rupiah dan dolar. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali menanggapi perkembangan nilai tukar rupiah yang terus merosot hingga sempat menye Rp 17.400 per dolar AS pada Rabu (6/5).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin G. Hutapea menegaskan bank sentral berkomitmen penuh untuk menjaga volatilitas mata uang agar tetap berada dalam koridor fundamentalnya.

Bank Indonesia memastikan akan selalu berada di garda depan untuk menjaga kepercayaan pasar.

“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya," kata Erwin dikutip dari keterangan tertulis pada Rabu (6/5).

Erwin menjelaskan pergerakan Rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini sebenarnya masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.

Kondisi pelemahan tersebut tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga terjadi pada berbagai negara di kawasan Asia dan Amerika Latin.

Berdasarkan data yang disampaikan, Philippine Peso tercatat melemah sebesar 6,58%, Thailand Baht melemah 5,04%, dan India Rupee melemah 4,32%.

Sementara itu, Chile Peso juga terkoreksi sebesar 4,24%, Indonesia Rupiah melemah 3,65%, dan Korea Won mengalami pelemahan sebesar 2,29%.

Bank Indonesia kembali menanggapi perkembangan nilai tukar rupiah yang terus merosot hingga sempat menye Rp 17.400 per dolar AS pada Selasa (5/5).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|