jpnn.com, BANJARMASIN - Aparat kepolisian menangkap delapan remaja konvoi bersenjata tajam (sajam) yang diduga hendak melakukan tawuran di Banjarmasin, Kalsel.
Setelah aksi mereka viral di media sosial dan meresahkan masyarakat, polisi pun menangkap para remaja itu.
Penindakan dilakukan setelah aparat menelusuri aktivitas para pelaku yang diketahui menggunakan media sosial untuk mencari kelompok lain untuk diajak tawuran, sehingga memicu potensi gangguan keamanan di ruang publik.
Plh Kapolresta Banjarmasin Kombes Timbul RK Siregar mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari patroli siber yang dilakukan jajarannya terhadap konten yang beredar luas.
“Modus mereka mencari kelompok yang mau diajak tawuran melalui media sosial,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Banjarmasin, Rabu.
Dia mengatakan penangkapan dilakukan oleh jajaran Polresta Banjarmasin bersama Polsek Banjarmasin Timur dibantu Tim Macan Kalsel di sejumlah lokasi, termasuk mengamankan pelaku di rumah masing-masing.
Dari delapan remaja yang diamankan, tujuh di antaranya masih berusia antara 15-17 tahun, yang menunjukkan keterlibatan dominan anak di bawah umur dalam aksi kekerasan jalanan.
Polisi juga menyita empat senjata tajam, termasuk satu mandau, yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran yang telah direncanakan melalui komunikasi di media sosial.

3 hours ago
2




















































