jpnn.com, JAKARTA - Indonesian Audit Watch (IAW) melayangkan pengaduan masyarakat ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Rabu (6/5).
Sekretaris Pendiri IAW Iskandar Sitorus menjelaskan pelaporan terkait dugaan monopoli proyek Chromebook. Dia bahkan menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dilihat semata sebagai proyek pengadaan barang.
“Kami tidak ingin korporasi merusak negara dengan memanfaatkan data anak-anak sekolah untuk kepentingan mereka, termasuk dalam ekosistem Google dan mitranya,” ujarnya.
Menurutnya, ekosistem teknologi global membawa konsekuensi besar terhadap penguasaan data pengguna. Dia menilai jika tidak dikontrol, data masyarakat Indonesia berpotensi menjadi komoditas ekonomi bagi korporasi asing.
“Harapan kami KPPU bisa memanfaatkan kondisi ini untuk pembenahan agar tidak ada korporasi asing menunggangi data penduduk Indonesia,” tegasnya.
Selain itu, IAW juga menyoroti fenomena pembentukan opini publik di luar proses hukum yang dinilai tidak sehat.
Iskandar mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan propaganda dalam membela pihak tertentu di luar persidangan.
“Kami meminta siapa pun tidak melakukan propaganda atau opini di luar sidang terkait pembelaan terhadap saudara Nadiem Makarim,” ujarnya.

5 hours ago
2




















































