jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyebut kurikulum bahasa yang perlu dipelajari peserta didik seharusnya berasal dari sekolah, bukan dari pejabat tinggi negara.
Hal demikian dikatakan Andreas saat menjawab pertanyaan awak media soal keinginan Presiden RI Prabowo Subianto menjadikan bahasa Prancis dan sebelumnya Portugis, diajarkan di sekolah Indonesia.
"Kalau soal selera bahasa, saya kira, ya, itu biar kurikulum sekolah-sekolah yang apa menentukan, begitu," kata dia ditemui setelah acara Pembekalan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD fraksi PDIP Tingkat I dan II se-Indonesia masa bakti 2024-2029 di Jakarta, Sabtu (30/5).
Andreas berharap usulan bahasa yang dipelajari peserta didik bukan datang setelah presiden suatu negara bertemu pemimpin lainnya.
"Jadi, jangan nanti kalau ketemu apa, pemimpin dari suatu negara, terus kemudian bahasa itu menjadi kurikulum wajib," kata Wakil Ketua Komisi XIII itu.
Andreas mengatakan sekolah sebenarnya sudah menentukan kurikulum bahasa prioritas yang perlu dipelajari.
Dia menganggap kurikulum bahasa wajib yang dipelajari saat ini ialah Inggris dan juga Indonesia.
"Kita perlu memperkuat bahasa Indonesia, dan itu, ya, saya kira yang paling penting untuk bagaimana pembinaan, ya, pendidikan, terutama pendidikan bahasa, begitu," ungkapnya.

6 hours ago
1





















































