jpnn.com, JAKARTA - Dosen sekaligus peneliti di Pusat Studi Sawit IPB University, Siti Nikmatin mengungkapkan industri kelapa sawit di Indonesia memiliki potensi besar untuk menerapkan model ekonomi sirkular, guna meningkatkan nilai tambah produk.
Nikmatin menjelaskan model ekonomi sirkular sangat memungkinkan untuk diterapkan di industri kelapa sawit nasional, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Dengan penerapan model tersebut, industri kelapa sawit dapat mengubah limbah menjadi produk yang memiliki daya saing tinggi di pasar.
"Model ekonomi sirkular memungkinkan untuk diterapkan di industri kelapa sawit dan memang harus diterapkan. Bagaimana menerapkan itu semua? Pastinya membutuhkan ilmu dan teknologi," kata Nikmatin di Jakarta, Rabu (15/4).
Lebih lanjut, Nikmatin memaparkan kelapa sawit termasuk tanaman yang dikategorikan sebagai zero waste crop atau tanaman nihil limbah.
Karakteristik ini memungkinkan seluruh bagian tanaman sawit dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia tanpa ada yang terbuang sia-sia.
Seluruh bagian tanaman sawit mulai dari buah, biji, pelepah, tandan kosong, hingga batangnya, dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.
Inovasi dinilai menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi tanaman sawit sebagai sumber daya yang berkelanjutan.

6 hours ago
4


















.jpeg)




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449566/original/006494000_1766070807-000_88JW69R.jpg)













