Yossi Cohen

4 hours ago 2

Oleh Dahlan Iskan

Yossi Cohen

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - Intel bisa salah. Pun "jenderalnya" intel: Yossi Cohen. Korbannya ribuan orang yang tidak berdosa: warga Iran. Termasuk 180 murid perempuan yang masih imut-imut dan guru sekolah mereka.

Cohen-lah yang punya keyakinan besar bahwa serangan frontal ke Teheran akan menghasilkan perubahan rezim di Iran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima pendapat itu. Lalu melaksanakannya.

Yossi CohenSalah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Teheran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Itulah latar belakang serangan Israel-Amerika tanggal 28 Februari 2026. Dalam sehari itu saja ratusan bom, peluru kendali jarak jauh dijatuhkan di Teheran.

Akibatnya, Anda sudah tahu: pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei, gugur. Bersama keluarganya. Termasuk anak, istri, menantu, cucu.

Anak keduanya, Mojtaba Khamenei, ikut terkena sasaran. Cedera berat --tapi justru terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahandanya.

Keyakinan Cohen ternyata salah: rezim di Iran tidak runtuh. Justru kian kokoh. Sebagian aktivis anti-rezim yang dulu mengasingkan diri ke Eropa justru memutuskan pulang kampung: mereka akan berjuang demi negara Iran tanpa memandang lagi siapa penguasanya.

Serangan IsAm pun dilanjutkan. Tokoh-tokoh Iran banyak yang tewas. Termasuk tokoh yang sebenarnya sangat moderat.

Cohen-lah yang punya keyakinan besar bahwa serangan frontal ke Teheran akan menghasilkan perubahan rezim di Iran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu...

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|