jpnn.com, LOMBOK TENGAH - Tim penyidik Polresta Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Bali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran yang menghanguskan rumah Adat Wisata Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini, Senin, ini bertujuan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang melanda kawasan ikon wisata tersebut.
Kasatreskrim Polresta Lombok Tengah AKP Pungugan Hutahaean menyatakan bahwa pihaknya mendampingi tim Puslabfor dalam proses pengumpulan bukti di lapangan. "Hari ini kami mendampingi tim Puslabfor melakukan olah TKP, pascakebakaran rumah Adat Sade," kata AKP Pungugan seusai kegiatan di Kampung Wisata Sade, Lombok Tengah, Senin (24/8).
Dalam proses olah TKP tersebut, petugas tidak hanya mengumpulkan barang bukti material yang mengindikasikan asal api, tetapi juga merekam keterangan dari sejumlah warga yang menyaksikan kejadian. "Intinya kami sedang melakukan olah TKP. Itu saja yang bisa saya sampaikan dulu. Kami mengumpulkan barang bukti penyebab kebakaran. Olah TKP ini juga untuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi," ujarnya.
Kebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu malam (22/8) sekitar pukul 22.00 Wita itu menimbulkan kerusakan parah pada kawasan pemukiman adat. Berdasarkan data sementara dari Pemerintah Lombok Tengah, sebanyak 75 unit rumah adat dan 20 rumah warga di sekitarnya terdampak. Selain itu, fasilitas umum seperti masjid, berugak, lumbung, 69 lapak UMKM atau arshop, gazebo, toilet, hingga gerbang adat juga turut hangus.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengungkapkan bahwa kerugian material akibat musibah ini ditaksir mencapai angka yang sangat signifikan. "Total kerugian diperkirakan mencapai Rp34 miliar," katanya. Pemerintah daerah saat ini tengah mendata secara detail dampak kebakaran yang juga mengakibatkan 320 jiwa kehilangan tempat tinggal. Hasil pendataan ini akan dibawa ke tingkat provinsi dan pusat untuk membahas langkah pemulihan, termasuk pemulihan mata pencaharian warga yang bergantung pada sektor pariwisata budaya. (antara/jpnn)

1 hour ago
2





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489203/original/035305400_1769830456-psis_3.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565231/original/003227000_1777015754-persis_2.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566701/original/033588200_1777217674-Gemini_Generated_Image_97tk4b97tk4b97tk.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348759/original/096928400_1757873841-idzs.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554135/original/007412000_1776060694-persipal_kenzo.jpg)


