jpnn.com, JAKARTA - Kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas sawit melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) memicu gejolak di pasar sawit nasional.
Salah satu dampaknya ialah penurunan harga tandan buah segar (TBS) di sejumlah daerah.
Harga TBS yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.500 hingga Rp 3.700 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp 2.500 sampai Rp 2.700 per kilogram.
Pemerintah pun menyoroti langkah sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang menurunkan harga pembelian TBS secara sepihak di tengah tingginya permintaan produk olahan sawit dunia.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan pemerintah telah mengantongi data 139 PKS di berbagai daerah yang diduga menurunkan harga beli TBS tanpa mengacu pada mekanisme yang berlaku.
Pemerintah meminta perusahaan segera menyesuaikan kembali harga pembelian TBS agar tetap mengikuti harga crude palm oil (CPO) di masing-masing wilayah.
Namun, tidak semua PKS melakukan penurunan harga beli TBS.
Ketua Koperasi Petani Sawit Citra Sejahtera Morhaban mengapresiasi kebijakan PT Cipta Usaha Sejati (CUS) yang tetap membeli TBS petani plasma sesuai harga yang ditetapkan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

2 hours ago
1










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485697/original/029038600_1769524103-9.jpg)










