jpnn.com, JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meluruskan informasi terkait kemampuan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang hanya cukup untuk 20 hari, imbas perang Timur Tengah.
Bahlil menjelaskan kapasitas tersebut bukanlah kondisi darurat, melainkan mencerminkan kemampuan daya tampung (storage) yang selama ini dimiliki Indonesia.
"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan daya tampung BBM di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari," kata Bahlil dikutip Kamis (5/3).
Menurut Bahlil, standar nasional minimal berada di angka 20–21 hari, sementara maksimalnya sekitar 25 hari.
Dalam rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN), rata-rata ketahanan stok BBM nasional tercatat berada di level 22–23 hari.
Bahlil menjelaskan, keterbatasan stok bukan disebabkan ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan pasokan.
Melainkan karena kapasitas tangki penyimpanan yang belum mencukupi untuk menampung cadangan lebih besar.
“Kalau kami mau tambah, kami simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” ujarnya.

7 hours ago
1





















































