jpnn.com, PALU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.176 kali gempa susulan sejak gempa besar magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6).
"Dari pemantauan aktivitas kegempaan hingga 21 Juni 2026, tercatat 1.176 kali gempa susulan dengan kekuatan guncangan bervariasi," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu Djati Cipto Kuncoro dihubungi di Palu, Minggu.
Menurut data BMKG, setelah puncak gempa magnitudo 6,7, frekuensi terbesar gempa susulan berada pada magnitudo 5,3 dan frekuensi terkecil 1,4 magnitudo.
BMKG juga memantau sekitar 49 kali gempa susulan dirasakan masyarakat, dengan parameter kedalaman di bawah 10 kilometer.
"Aktivitas gempa susulan tidak menutup kemungkinan masih tetap terjadi. Kami terus melakukan pembaruan perkembangan kegempaan melalui kanal resmi BMKG maupun kanal informasi pemerintah," ujarnya.
Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik bila terjadi gempa susulan, serta menjauhi bangunan yang sempat rusak setelah diguncang gempa besar.
Selain itu, mitigasi mandiri juga perlu ditingkatkan dalam memperkuat kewaspadaan terhadap situasi buruk, karena dengan mitigasi yang baik dapat meminimalisasi risiko ditimbulkan dari dampak gempa.
"Mitigasi bagian penting dalam menghadapi bencana. Setiap individu harus mampu mengelola diri dalam situasi genting, hal itu dimaksudkan untuk menghindari risiko korban jiwa," tutur Djati.

3 hours ago
3





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)








