jpnn.com, JAKARTA - Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus pakar aritmia, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA menjelaskan dampak dari gangguan irama jantung atau aritmia tidak bisa dianggap sepele.
Secara global, data menunjukkan hingga 40% pasien stroke iskemik berhubungan dengan Atrial Fibrilasi (AF), khususnya pada usia muda.
Berdasarkan data yang dihimpun, persentase keterkaitan antara keduanya menunjukkan angka cukup signifikan di skala internasional.
"Data studi Optima yang dilakukan di 25 senter di seluruh Indonesia, menemukan penderita AF di Indonesia lebih muda dibanding negara maju, dan cakupan pencegahan stroke bagi mereka masih sangat rendah," kata Yoga di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.
Yoga menambahkan saat ini sudah tersedia penanganan medis yang dipandang sebagai pilihan ideal para ahli jantung, yakni melalui prosedur tindakan ablasi.
Metode tersebut dinilai memberikan hasil yang lebih optimal bagi keberlangsungan hidup pasien, dibandingkan penggunaan obat-obatan saja.
Terkait teknis penanganannya, Yoga memaparkan terapi AF meliputi tata laksana faktor risiko dan komorbid, pencegahan stroke, kendali laju atau irama jantung, serta evaluasi berkala karena dinamisitas AF.
"Kendali irama yaitu mengembalikan irama AF ke irama normal (irama sinus) merupakan upaya ideal yang menjadi pilihan para ahli aritmia. Ablasi kateter pada AF terbukti lebih efektif dan aman daripada obat-obatan," tuturnya.

1 hour ago
1





















































