jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah menyampaikan investor mengantre untuk masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) seiring tingginya minat investasi sektor manufaktur di Jawa Tengah.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan tingginya minat investor tercermin dari tingkat pemanfaatan lahan di kedua kawasan yang telah mencapai 100 persen, sehingga pemerintah menyiapkan perluasan dan pengembangan kedua kawasan tersebut.
“Lahan sudah 100 persen terpakai, jadi sudah utilized semuanya. Kami mengajukan perluasan dan pengembangan dan masih perlu proses, tetapi investornya sudah mengantre,” ujar Susiwijono dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/8).
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi investasi di Jawa Tengah masih sangat besar, terutama pada sektor industri manufaktur.
Susiwijono mengatakan sektor industri manufaktur atau pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Jawa Tengah, yakni mencapai 33,18 persen.
Di sisi lain, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,80 persen pada semester I 2026 secara comulative to comulative (c-to-c).
Tingginya kontribusi manufaktur membuat pengembangan investasi dan industri pengolahan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
“Yang lainnya sebenarnya kalau dilihat beberapa komposisi dari pengembangan di Jawa Tengah ini, potensi investasi masih akan sangat besar,” katanya.

2 hours ago
4





















































