jpnn.com, JAKARTA - Komunitas Ojek Online (KAJOL) Indonesia merespons pembahasan yang dilakukan pemerintah soal rencana aturan tarif jasa pengantaran barang dan makanan melalui aplikasi.
Ketum KAJOL Firmansyah, mengatakan bahwa pendapatan driver tidak hanya ditentukan dari besar kecilnya tarif satu order. Jumlah order yang masuk juga sangat menentukan penghasilan driver setiap hari.
Dia menyebut bahwa driver tentu ingin mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Namun, kenaikan tarif jangan sampai membuat harga menjadi terlalu mahal bagi pengguna.
"Kami tentu senang kalau tarif naik. Tetapi kalau tarif terlalu mahal, pelanggan bisa mengurangi penggunaan aplikasi. Kalau order berkurang, pendapatan driver juga bisa turun, yang paling penting bagi driver adalah berapa banyak uang yang bisa dibawa pulang setelah bekerja seharian," ujar dia kepada wartawan.
Dia berharap pengaturan itu jangan hanya melihat pendapatan dari satu order. Misalnya kata dia, tarif satu order naik, tetapi jumlah order turun banyak, hasil akhirnya bisa lebih kecil.
"Jadi yang harus dilihat adalah pendapatan driver secara keseluruhan dalam sehari," kata dia.
Firmansyah menuturkan bahwa kondisi di lapangan juga tidak selalu sama. Ada waktu ketika order ramai, tetapi ada juga waktu ketika order sangat sepi. Oleh karena itu, aturan tarif harus mempertimbangkan kondisi nyata yang dialami driver.
"Kondisi di lapangan berubah-ubah. Kadang ramai, kadang sepi. Pemerintah harus melihat kondisi ini secara langsung dan jangan hanya mendengarkan satu pihak," kata dia.

1 hour ago
2











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554135/original/007412000_1776060694-persipal_kenzo.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567588/original/035774800_1777290244-kenzo.jpg)






