Neraca Perdagangan RI Mei 2026 Masih Surplus di Tengah Eskalasi Konflik Global

4 hours ago 1

Neraca Perdagangan RI Mei 2026 Masih Surplus di Tengah Eskalasi Konflik Global

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Perdagangan sektor migas. Foto: Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan mengalami surplus secara kumulatif periode Januari - April 2026 sebesar USD 5,64 miliar.

Menyusul hal itu, neraca perdagangan Indonesia tercatat mengalami surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini menjelaskan surplus neraca perdagangan Indonesia masih berlanjut hingga April 2026, di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi global.

Puji menjelaskan surplus tersebut masih didorong kinerja positif perdagangan komoditas nonmigas yang terus berlanjut.

Surplus sepanjang periode Januari-April 2026 ditopang oleh komoditas nonmigas USD 14,16 miliar.

"Sementara, perdagangan migas masih mengalami defisit," kata Pudji di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (2/6).

Pudji melanjutkan nilai ekspor kumulatif periode Januari-April 2026 mencapai USD 92,15 miliar atau naik 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan itu utamanya didorong oleh sektor industri pengolahan dengan pertumbuhan nilai ekspor 9,78 persen, menjadi USD 75,57 miliar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan mengalami surplus secara kumulatif periode Januari - April 2026 sebesar USD 5,64 miliar.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|