Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah, Legislator: Bukan Solusi

3 hours ago 3

 Bukan Solusi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menilai pemindahan posisi gerbong khusus wanita bukan solusi final atas persoalan keselamatan. ilustrasi. Foto: ANTARA FOTO/Paramayuda/zk

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menilai usul Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi terkait pemindahan posisi gerbong khusus wanita bukan solusi final atas persoalan keselamatan dalam transportasi publik.

"Patut dipahami terlebih dahulu sebagai respons cepat berbasis mitigasi risiko, bukan sebagai solusi final atas persoalan keselamatan transportasi publik," ujar Selly kepada awak media, Rabu (29/4).

Diketahui, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan pemindahan gerbong khusus wanita menyikapi kasus tabrakan kereta di Bekasi, Senin (27/4) kemarin. 

Tabrakan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line mengakibatkan 15 jiwa meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.

Selly menilai usul Menteri PPPA lahir karena dalam tabrakan kereta di Bekasi menunjukkan gerbong khusus wanita dalam posisi rentan ketika terjadi insiden fatal.

"Namun, jika ditanya apakah ini solusi yang solutif dan cukup? Saya melihat tidak boleh berhenti pada relokasi gerbong semata," ujar legislator fraksi PDI Perjuangan itu.

Selly menilai akar persoalan dari isu keselamatan transportasi bukan posisi perempuan dalam sebuah angkutan di ujung atau tengah.

Menurutnya, sistem keselamatan perkeretaapian harus menjamin semua penumpang, perempuan maupun laki-laki, setara terlindungi.

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menilai pemindahan posisi gerbong khusus wanita bukan solusi final atas persoalan keselamatan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|