Mengapa Pasca Operasi Bariatrik Perlu Pendampingan Intensif? Ini Penjelasan Ahli LIGHThouse

5 hours ago 5

Mengapa Pasca Operasi Bariatrik Perlu Pendampingan Intensif? Ini Penjelasan Ahli LIGHThouse

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Keputusan menjalani bariatrik bukan jalan pintas. Pasien butuh adaptasi pola makan baru karena volume lambung mengecil. Foto: source for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Obesitas kini menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia akibat gaya hidup modern dan konsumsi makanan ultra-proses.

Dalam beberapa kasus, operasi bariatrik atau bedah digestif menjadi solusi medis yang dianjurkan.

Namun, para pakar menekankan bahwa keberhasilan prosedur ini sangat bergantung pada pendampingan multidisiplin pascaoperasi.

Dokter Spesialis Bedah Digestif LIGHThouse Advanced Klinik, dr. Handy Wing, Sp.B, Subsp.BD(K), menjelaskan bahwa bariatrik bekerja dengan mengubah anatomi saluran cerna untuk mengontrol rasa lapar dan hormon metabolik. Namun, ia menegaskan ini bukan sekadar urusan bedah.

"Keputusan menjalani bariatrik bukan jalan pintas. Pasien butuh adaptasi pola makan baru karena volume lambung mengecil," jelasnya.

Dari sisi nutrisi, Ahli Gizi Veronica S.Gz menyebutkan masa setelah operasi sangat krusial. Pasien berisiko mengalami defisiensi mikronutrien jika tidak didampingi.

Ia menjelaskan sebelum dan setelah bariatrik, pola makan pasien berubah secara signifikan, terutama masa setelah operasi yang sangat krusial karena pasien harus beradaptasi dengan lambung barunya.

Fokus kami tidak hanya memastikan kecukupan cairan dan protein, tetapi juga mencegah defisiensi mikronutrien serta mendampingi tahapan makanan.

Obesitas kini menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia akibat gaya hidup modern dan konsumsi makanan ultra-proses.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|