jpnn.com, JAKARTA - Ratusan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Palangka Raya mengikuti pelatihan menjawet.
Menjawet sendiri seni menganyam rotan tradisional khas suku Dayak yang kini mulai langka.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 2 Palangka Raya, Theresia Zusfenti, mengungkapkan ada sekitar 100 siswa dari 22 kelas (X dan XI) yang ikut serta.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata sekolah dalam menjaga warisan nenek moyang agar tidak lekang dimakan zaman.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa. Apalagi kami memiliki mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK), jadi sangat sinkron," ujar Theresia kepada awak media, Kamis (7/5).
Menurut Theresia, pelatihan ini bukan sekadar pengenalan budaya. Pihak sekolah membidik kemandirian siswa agar memiliki jiwa kewirausahaan setelah lulus nanti.
"Ini sejalan dengan semboyan SMK, yakni BMW: Bekerja, Melanjutkan studi, atau Berwirausaha," tegasnya.
Rahmati, salah satu siswa kelas X, mengaku bangga bisa mempelajari kerajinan yang mulai jarang ditekuni generasi sebayanya.

5 hours ago
3





















































