jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyatakan pihaknya berkomitmen untuk terus membenahi pasar modal RI.
Adapun salah satu upaya yang dilakukan yakni membuka data kepemilikan saham secara detail hingga persentase satu persen.
Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, guna menjamin kepercayaan investor global.
Sebagaimana diketahui, lembaga MSCI belum lama ini menegur keras pasar modal RI hingga memicu keraguan dari investor global.
"Kami sampaikan seluruh hal-hal yang menjadi concern dari global investor terkait dengan transparansi dari pasar modal Indonesia di mana data dari 1% pemegang saham sudah kita buka," kata Friderica di kantor Sekretariat Kepresidenan, baru-baru ini.
Perempuan yang akrab disapa Kiki itu menjelaskan OJK menambahkan poin klasifikasi yang semula berjumlah sembilan menjadi 39 poin.
Hal itu diharapkan dapat memberikan gambaran pasar yang lebih komprehensif bagi para pelaku pasar.
"Kemudian ultimate beneficial owner juga sudah kita sampaikan. Dan satu lagi terkait likuiditas yaitu untuk free float di atas 15% dengan stages yang kita sampaikan," jelasnya.

1 hour ago
2





















































