Kisah Keluarga Korban Bus ALS dari Lampung, Tak Ada Firasat

2 hours ago 2

Kisah Keluarga Korban Bus ALS dari Lampung, Tak Ada Firasat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Hambali,paman Agustina saat ditemui di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kamis (7/5). Foto: Cuci Hati/JPNN.com.

jpnn.com - PALEMBANG - Kecelakaan maut yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera -biasa dikenal ALS, dan truk tangki PT Seleraya di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menyisakan dua mendalam bagi keluarga korban. 

Salah satu keluarga korban, Hambali (43) warga Desa Talang Kangkung, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Waykanan Lampung mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum anggota keluarganya berangkat merantau menggunakan bus ALS tujuan Medan dan Pekanbaru. 

Korban bernama Agustina Maharani (24), Aldi Setiawan (26), serta anak mereka Bela yang masih berusia satu tahun delapan.

Mereka berangkat untuk merantau dan bekerja di kebun sawit di Pekanbaru karena memiliki saudara di sana. 

"Tidak ada firasat apa-apa. Mereka memang mau usaha dan hidup mandiri," ujar Hambali saat ditemui di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kamis (7/5).

Hambali mengatakan, keberangkatan keluarga tersebut sempat beberapa kali tertunda meski tiket sudah dibeli sejak Minggu lalu.

Awalnya mereka berencana berangkat pada Senin. Namun, batal. Pada malam Selasa juga kembali tertunda sebelum akhirnya berangkat Selasa pagi. 

"Sudah dibeli tiket dari hari Minggu, tetapi Senin tidak jadi berangkat. Malam Selasa juga batal lagi, akhirnya Selasa pagi baru berangkat," kata Hambali. 

Hambali keluarga korban Bus ALS mengaku tak mempunyai firasat sebelum kecelakaan maut di Muratara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|